Posted by: widyaiswaradephan | August 7, 2008

TOT

Kali ini saya akan mencoba berbagi tentang apa yang telah saya dapatkan selama mengikuti TOT. Minggu kemarin selama tiga hari saya bersama rekan-rekan mengikuti TOT di Badiklat dengan tema Pengembangan Instrumen Tes. Bagi saya yang berlatar belakang bukan sarjana pendidikan TOT ini sangat berguna sekali, karena materi yang disampaikan berhubungan erat dengan rutinitas selama ini sebagai seorang instruktur atau widyaiswara khususnya dalam hal pembuatan materi tes.

Sebagai seorang instruktur adalah salah satu tugasnya membuat materi tes tetapi dalam hal ini saya membuat tanpa ada pertimbangan lain dibelakangnya dan tanpa adanya pembuatan kisi-kisi tes. Kisi-kisi tes adalah sebuah matriks yang mengandung semua informasi yang diperlukan untuk menyusun tes hasil belajar/blue print tes. Ternyata kisi-kisi ini wajib dibuat sebelum membuat materi tes itu sendiri dan baiknya dilakukan secara tim bukan perorangan karena akan memenuhi salah satu persyaratan dalam penyususnan tes yaitu objektivitasnya. Perlu diketahui bahwa persyaratan dalam pembuatan materi tes adalah validitas, reliabilitas dan objektivitas. Jika ketiga persyaratan ini sudah terpenuhi maka barulah bisa dikatakan materi tes yang dibuat itu baik.

 

Setelah itu langkah atau tahapan yang harus kita lakukan adalah instrument penilaian yaitu merumuskan kompetensi dasar, analisis instruksional, garis besar program pembelajaran, satuan acara perkuliahan, mengembangkan kisi-kisi, dan membuat soal/pertanyaan/tugas. Yang menyangkut kompetensi dasar adalah tiga ranah/domain yaitu, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ada tahapan-tahapan dalam ketiga ranah ini mulai dari yang dasar sampai tinggi. Kognitif dari “tahu” sampai bisa “menemukan ide-ide baru”, afektif dari “mau” sampai “menjadi kebiasaan”, dan psikomotorik dari “meniru” sampai “terampil”. Hal inilah yang nantinya menjadi salah satu acuan dalam pembuatan materi tes. Sebenarnya masih banyak lagi yang saya dapatkan tetapi untuk mengungkapkannya dalam bentuk tulisan untuk saat ini hanya seperti ini.

Kendala yang saya alami disana adalah peserta yang ikut berpartsipasi adalah instruktur yang tidak hanya mengajar bahasa sehingga sasaran yang ingin kami capai kurang maksimal. Bahasa berbeda dengan materi yang lainnya, dan untuk memahami apa yang disampaikan oleh dosen dan menerapkannya langsung itu tidak mudah. Ada perbedaan antara dosen dengan kami yang instruktur bahasa sehingga pada waktu praktek kami terutama saya mengalami sedikit masalah.

Saran saya karena TOT ini sangat bermanfaat sekali maka khusus untuk pusdiklat bahasa pelaksanaannya lebih baik dilakukan di Pusdiklat Bahasa sendiri dengan melibatkan seluruh instruktur karena bisa mengaplikasikannya langsung dan secara tim. Kalau bisa waktunya tidak hanya tiga hari tetapi idperpanjang, sehingga lebih menguasai.

http://ophet.wordpress.com


Responses

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: